Cara Teknis Bekam (Cara Melakukan Bekam Dengan Benar)

Cara teknis bekam merupakan sekumpulan tindakan dalam melakukan terapi bekam dimulai dari tindakan awal bekam sampai pada akhir setelah tindakan pembekaman dilakukan. Cara teknis bekam ini meliputi tahap awal, inti dan akhir. Cara teknis bekam ini menunjukkan bagaimana cara melakukan bekam dengan benar agar tidak menimbulkan efek samping yang dapat merugikan pasien bekam.


cara teknis bekam
Alat bekam KangZhu

Cara Teknis Bekam Tahap Awal

Cara teknis bekam yang benar terbagi dalam tiga tahap, yaitu tahap awal, inti, dan akhir. Pada tahap awal ini merupakan tahap persiapan dalam melakukan cara teknis bekam. Pada tahap awal cara teknis bekam mempersiapkan alat, bahan, ruangan, pasien dan pembekam atau juru bekam. Yang dipersiapkan pada tahap awal yang pertama mengenai cara teknis bekam yang benar adalah alat bahan dan ruangan.

cara teknis bekam
 Pena bekam

cara teknis bekam
Jarum bekam


Alat yang dipersiapkan meliputi set kop/tabung penghisap, skapel, jarum, lancet pen, pisau bedah, duk kain, sarung tangan, masker, mangkok/cawan, tempat sampah, meja dan kursi. Bahan yang disiapkan meliputi kassa, kapas/tissue, betadin, detol, sabun, zalf, alkohol, spiritus, minyak zaitun, minyak habbatussauda, al qusthul hindi, minyak urut hangat (misalnya gandapura), minuman hangat, baik kalau disediakan madu dan susu.

Mensterilkan alat agar bebas kuman dan tidak menyebarkan penyakit, dengan cara: merebus tabung kop paling sedikit selama 30 menit setelah air mendidih terus menerus (karet dilepas dulu). Sarung tangan, karet dan duk kain disterilkan dengan tablet formalin. Jarum, pinset, pisau, silet, hanya boleh sekali pakai saja. Selesai satu pasien, langsung buang. Dan ruangan harus bersih, terang dan cukup aliran udara dan tidak pengap.

Langkah yang kedua pada tahap awal dalam cara teknis bekam masih meliputi persiapan. Persiapan yang dilakukan selanjutnya ialah persiapan pasien. Yang dilakukan pada pasien oleh pembekam aatau juru belam ialah menjelaskan tentang bekam, efek yang terjadi, proses kesembuhan dan lain-lain; menyiapkan mental pasien agar tidak gelisah dan takut, bimbinglah berdoa dan berwudlu; bagi pasien yang belum pernah dibekam cukup dibekam 1 - 2 gelas; mempersiapkan makanan, minuman, kebersihan tubuh dan kebersihan tempat yang akan dibekam.

Langkah yang ketiga pada tahap awal dalam cara teknis bekam yaitu persiapan pembekam atau juru bekam. Persiapkan juru bekam agar melakukan pembekaman dalam keadaan sehat, tidak sakit, sudah berwudlu dan berdoa, telah menguasai ilmu bekam (professional), sudah sering dibekam dan membekam dan juru bekam harus meningkatkan iman dan takwa.

Cara Teknis Bekam Tahap Inti

Cara teknis bekam pada tahap ini merupakan tindakan pembekam atau juru bekam dalam melakukan pembekaman. Cara teknis bekam tahap inti ini meliputi cara melakukan bekam dengan benar. Cara teknis bekam tahap inti meliputi melakukan pembekaman pada titik-titik yang telah diidentifikasi sebelumnya. Titik-titik bekam tersebut diperoleh berdasarkan keluhan atau penyakit yang di derita oleh pasien. Cara teknis bekam tahap inti secara prosedural bergantung pada jenis bekam yang diberikan.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa jenis bekam terbagi beberapa jenis. Diantaranya ialah bekam kering, bekam basah, bekam seluncur atau meluncur dan bekam tarik. Cara teknis bekam kering dilakukan dengan menempelkan kop pada titik tertentu dan melakukan penarikan agar menimbulkan tekanan negatif pada permukaan kulit. Hal tersebut dilakukan serupa pada cara teknis bekam seluncur atau meluncur dan bekam tarik.

Perbedaannya pada cara tenis bekam seluncur kop diluncurkan pada bagian tubuh lain. Sedangkan cara teknis bekam tarik dilakukan penarikan dan di tempel lagi hingga kulit yang dibekam menjadi merah. Pada cara teknis bekam basah dilakukan setelah bekam kering. Setelah dilakukan bekam kering, permukaan kulit yang dibekam di sayat lalu di sekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh.

Cara Teknis Bekam Tahap Akhir

Cara teknis bekam tahap akhir juga dilakukan berdasarkan jenis bekam. Pada jenis bekam kering, tarik maupun seluncur, cara teknis bekam tahap akhir cukup membuka kop dengan cara menariknya dari permukaan kulit. Sedangkan pada bekam basah diperlukan kehati-hatian pada saat membuka kop dari permukaan kulit karena kop berisi dengan darah kotor. Sehingga dalam melakukan bekam basah pun pembekam diharuskan untuk menggunakan sarung tangan atau handscoon.



Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • Buku Pelatihan Hijamah




Terima kasih untuk Like/comment FB :