Pengobatan Diabetes dengan Bekam (Gula Darah Tinggi)

Pengobatan diabetes dengan bekam menjadi salah satu alternatif pasien diabetes dalam mengobati peyakitnya. Penyakit diabetes merupakan penyakit yang bersifat kronik dengan kadar gula darah yang meningkat. Kadar gula darah dalam tubuh seseorang normalnya berkisar antara 60 – 140 mg/dl. Sedangkan orang yang mengidap penyakit diabetes memiliki kadar gula darah melebihi nilai normal. 

Dalam melakukan pengobatan diabetes dengan bekam, pembekam terlebih dahulu harus dapat mengidentifikasi penyakit diabetes tersebut agar dapat melakukan pebekaman pada titik bekam yang berkaitan dengan penyakit diabetes. Pengobatan diabetes dengan bekam akan terasa manfaatnya bila pengobatan terebut dilakukan dengan tepat.

Pengobatan Diabetes dengan Bekam
Alat bekam KangZhu

Pengobatan Diabetes dengan Bekam
 Jarum bekam

Pengobatan Diabetes dengan Bekam
 Pena bekam

Hal-hal yang Dilakukan Pembekam untuk Pengobatan Diabetes dengan Bekam

Adapun gejala yang biasanya dikeluhkan oleh pasien dengan diabetes adalah mudah masuk angin, pusing kepala, ujung jari-jari kesemutan, gampang kesemutan bagian kaki, nafsu makan bertambah banyak, mata sebentar kabur sebentar terang (penglihatan kabur), kembung mudah sakit maag, mudah terkilir atau sakit persendian, beser kencing, air kencingnya dikerumuni semut, cepat lapar, haus, letih, mengantuk, jantung berdebar mengipas, telapak kaki dan tangan dingin, tidak tahan udara panas atau hawa dingin, kalau sudah mulai parah timbul gatal-gatal dan luka, gatal di daerah kelamin atau lipatan paha, disfungsi ereksi pada pria, dan keputihan pada vulva vagina.

Apabila terdapat beberapa tanda gejala yang mengarah pada penyakit diabetes maka pengobatan diabetes dengan bekam pun dapat dilakukan. Namun alangkah lebih baik bila keluhan tersebut didukung dengan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan glukosa darah.

Apabila setelah pengobatan diabetes dengan bekam telah dilakukan, selanjutnya pmebekam atau juru bekam memberikan pengobatan berupa pengobatan herbal. Pengobatan herbal tersebut meliputi pengobatan dengan menggunakan tanaman-tanaman seperti sambiloto (daun), kumis kucing (daun), mengkudu/pace (buah), tapak dara (daun/batang/akar), jamblang/duwet (kulit batang, daun, daging buah), jati (daun muda), duku (biji), pare (buah), terong-ngor (buah), lidah buaya (daging daun), lamtoro ( biji buah tua), mahoni (biji), daun salam, ciplukan (semua bagian), sambung nyawa (daun), krokot, dan minyak wijen.

Pengobatan diabetes dengan bekam tidak hanya dilakukan dengan pembekaman saja. Selain dengan pembekaman diberikan juga pengobatan herbal dengan menggunakan tanaman atau tumbuhan yang memang sudah terbukti khasiatnya dalam menyembuhkan penyakit diabetes. Pengobatan diabetes dengan bekam juga mewajibkan pembekam atau juru bekam untuk menganjurkan makanan yang harus dikonsumsi pasien dengan penyakit diabetes. Pasien dengan penyakit diabetes dalam pengobatan diabetes dengan bekam dianjurkan untuk makan makanan seperti jagung kuning dan beras merah. Jagung kuning dan beras merah merupakan makanan yang mengandung rendah kalori sehingga dapat membantu pasien diabetes dalam menurunkan kadar gula darahnya. Selain itu dalam pengobatan diabetes dengan bekam, pasien dianjurkan untuk mengurangi yang manis tapi jangan berhenti total agar tidak terkena sakit liver. Daging kambing/sapi/ kerbau, udang, kepiting, terasi, jeroan, lemak, pisang ambon, durian, air kelapa, sirup, lemon, buah manis seperti mangga, duku, rambutan, klengkeng dan anggur.

Pengobatan diabetes dengan bekam menganjurkan kepada pasien diabetes untuk menjaga pola hidup sehat selain dengan cara mengkonsumsi makanan yang rendah kalori juga menganjurkan pasien diabetes untuk melakukan olah raga. Olah raga yang dilakukan bermaksud untuk membakar kelebihan lemak dalam tubuh. Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu faktor terjadinya penyakit diabetes ialah kegemukan atau timbunan lemak dalam tubuh.




Oleh : Bidan Rina Widiyawati
Sumber:
  • Buku Materi Pelatihan Hijamah




Terima kasih untuk Like/comment FB :