SOP Bekam (Standar Operasional Prosedur Terapi Bekam)

SOP bekam atau standar operasional prosedur bekam merupakan serangkaian kegiatan yang telah disetujui secara umum oleh para ahli terapis bekam sebagai standar dalam melakukan terapi bekam. SOP bekam dibuat baik berdasarkan pengalaman para ahli terapis bekam maupun teori yang berhubungan dengan terapi bekam. SOP bekam ini dibuat untuk menyamakan persepsi para terapis bekamatau juru bekam dalam melakukan bekam agar tidak membuat efek samping bekam yang negatif. SOP bekam atau Al-Hijamah menjadi serangkaian prosedur terapi bekam yang harus dilakukan oleh juru bekam agar bekerja sesuai dengan standar. SOP bekam atau Al-Hijamah tersebut meliputi standar operasional prosedur sebagai berikut :


sop bekam
Alat bekam KangZhu


SOP Bekam Tahap Persiapan

1. Menyiapkan alat, sarana dan ruangan.

Alat yang dipersiapkan: set kop/tabung penghisap, skapel, jarum, lancet pen, pisau bedah, duk kain, sarung tangan, masker, mangkok/cawan, tempat sampah, meja dan kursi. Bahan yang disiapkan: kassa, kapas/tissue, betadin, detol, sabun, zalf, alkohol, spiritus, minyak zaitun, minyak habbatussauda, al qusthul hindi, minyak urut hangat (misalnya gandapura), minuman hangat, baik kalau disediakan madu dan susu.

sop bekam
 Jarum bekam

sop bekam
 Pena bekam


Mensterilkan alat agar bebas kuman dan tidak menyebarkan penyakit, dengan cara: merebus tabung kop paling sedikit selama 30 menit setelah air mendidih terus menerus (karet dilepas dulu). sarung tangan, karet dan duk kain disterilkan dengan tablet formalin. Jarum, pinset, pisau, silet, hanya boleh sekali pakai saja. selesai satu pasien, langsung buang. Ruangan harus bersih, terang dan cukup aliran udara dan tidak pengap.

2. Menyiapkan pasien
  • Pasien dijelaskan tentang bekam, efek yang terjadi, proses kesembuhan dan lain-lain.
  • Pasien disiapkan mentalnya agar tidak gelisah dan takut, bimbinglah berdoa dan berwudlu.
  • Bagi pasien yang belum pernah dibekam cukup dibekam 1 - 2 gelas.
  • Pasien dipersiapkan makanan, minuman, kebersihan tubuh dan kebersihan tempat yang akan dibekam.
3. Menyiapkan diri sendiri (juru bekam)
  • Juru bekam dalam keadaan sehat, tidak sakit, sudah berwudlu dan berdoa
  • Juru bekam telah menguasai ilmu bekam (professional)
  • Juru bekam sudah sering dibekam dan membekam
  • Juru bekam meningkatkan iman dan takwa
4. SOP Bekam Tahap Identifikasi Pasien
  • Mencatat identitas umum: nama, alamat, usia, jenis kelamin, status
  • Mencatat identitas keluarga: kedudukan dan status dalam keluarga
5. SOP Bekam Tahap Mewawancarai Pasien
  • Keluhan pasien, keluhan utama, keluhan tambahan/lain, riwayat penyakit
  • Keluhan dari masing-masing organ tubuh
6. SOP Bekam Tahap Memeriksa Fisik Pasien
  • Pemeriksaan umum: tekanan darah, nadi, suhu, pernafasan, lidah, iris, telapak tangan, dll
  • Pengamatan, pendengaran, dan penciuman dari daerah keluhan, dan dari masing-masing organ
  • Perabaan sekitar keluhan dan perabaan pada sekitar organ lain
  • Pengetukan daerah sekitar keluhan dan pada organ lain
7. SOP Bekam Tahap Pemeriksaan Penunjang Lain
  • Pemeriksaan khusus: iris mata (iridologi), lidah, telinga, telapak tangan dan lain-lain.
  • Pemeriksaan penunjang: laboratorium, radiologi, ct-scan, mri dan lain-lain.
8. SOP Bekam Tahap Penyimpulan dan Penentuan Diagnosa Penyakit
  • Menentukan jenis keluhan
  • Menentukan jenis penyakit
  • Menentukan letak penyakit
  • Menentukan penyebab penyakit
  • Menentukan jenis pengobatan
9. SOP Bekam Tahap Menentukan Daerah dan Titik yang Dibekam
  • Titik yang sesuai dengan yang dikeluhkan.
  • Titik lain yang satu jurusan/meridian dengan titik yang dikeluhkan
  • Titik lain yang berlawanan dengan titik yang dikeluhkan
  • Ttik lain yang berpasangan dengan titik yang dikeluhkan
  • Titik-titik istimewa
  • Titik-titik khusus
10. SOP Bekam Tahap Melakukan Pembekaman
  • Bekam tanpa mengeluarkan darah (hijamah jaffah = bekam kering)
  • Bekam dengan mengeluarkan darah (hijamah damamiyah = bekam basah)
11. SOP Bekam Tahap Memberikan Terapi Lain
  • Memberikan terapi tindakan, operasi dan lain-lain.
  • Memberikan "food suplement" obat-obatan dan bahan berkhasiat.
  • Memberikan nasehat, tausiyah dan doa.




Oleh : Bidan Rina Widyawati

Sumber :
  • Buku Pelatihan Hijamah




Terima kasih untuk Like/comment FB :