Jarum Bekam (Sammora,Magic Star,Misawa)

Jarum bekam menjadi salah satu komponen yang sering digunakan ketika terapi bekam basah. Bekam merupakan sebuah pengobatan yang telah ada sejak 2000 tahun yang lalu. Bekam dikenal juga dengan sebutan hijamah. Untuk melakukan bekam, terdapat beberapa alat yang digunakan. Salah satu alat yang digunakan dalam pengobatan bekam yaitu jarum bekam. Jarum bekam merupakan salah satu bagian alat yang terdapat dalam peralatan bekam. Jarum bekam merupakan alat bekam yang utama dalam bekam. Jarum untuk bekam memiliki fungsi sebagai alat penusuk pada kulit luar pasien untuk mengeluarkan darah kotor.


Alat Bekam Sammora



Dalam dunia medis jarum untuk bekam dikenal sebagai blood lancet yang biasanya digunakan untuk pengambilan darah untuk melakukan pengetesan darah. Jarum untuk bekam memiliki ukuran 21 G, 23 G, dalam ukuran tersebut, semakin besar angka maka jarum akan semakin kecil. Standar jarum untuk bekam yang digunakan yaitu dengan ukuran 21 G.

Macam-macam Jarum Bekam

Jarum untuk bekam terdiri dari beberapa macam, di antaranya ialah:

A. Jarum untuk bekam Sammora
Salah satu jarum untuk bekam yang terdapat di pasaran yaitu jarum bekam Sammora. Jarum ini terbuat dari bahan tembaga dan memiliki ukuran 23 G yang merupakan ukuran jarum bekam yang lebih panjang dari yang lain. Maka dari itu, dalam menggunakan jarum ini haru lebih berhati-hati.

B. Jarum untuk bekam Magic Star
Jarum untuk bekam Magic Star merupakan jarum yang terbuat dari bahan besi stainless steel dan memiliki ukuran jarum 21 G.  Ukuran jarum yang dimiliki oleh jarum ini merupakan ukuran standar yang digunakan untuk jarum bekam.

C. Jarum untuk bekam Misawa
Jarum untuk bekam selanjutnya, yaitu jarum bekam Misawa. Jarum bekam Misawa merupakan jarum bekam yang terbuat dari bahan tembaga. Sama halnya dengan jarum bekam Magic Star, jarum bekam ini juga memiliki ukuran 21 G. Jarum ini memiliki kelebihan tidak terlalu sakit saat digunakan untuk menusuk bagian luar kulit karena jarum ini memiliki bahan stainless steel tajam dan ujung jarum yang disayat 3 (trisula).

Bekam harus dilakukan secara berhati-hati. Usahakan alat yang digunakan telah steril. Bekam dapat dilakukan di rumah. Namun, sebelum praktik di rumah, hendaknya kita benar-benar mengetahui tentang ilmu bekam.

Bekam pada umumnya dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

1. Bekam Kering
Proses bekam jenis ini dilakukan dengan mengisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Bekam kering diyakini untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan rasa nyeri urat-urat punggung karena sakit rematik juga penyakit-penyakit penyebab rasa nyeri punggung.

2. Bekam Basah
Pada proses terapi bekam jenis ini dilakukan dengan melukai permukaan kulit dengan jarum tajam yang sudah disterilisasi, lalu di sekitarnya diisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah. Darah yang keluar diyakini sebagai darah kotor. Lamanya setiap isapan 3 sampai 5 menit dan maksimal 9 menit. Hal ini bergantung dari penyakitnya, untuk kasus tertentu memungkinkan proses bisa lebih lama.

Sebelum melakukan bekam, hal berikut ini harus diperhatikan, yakni:
  1. Bekam dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis atau sudah bersertifikasi;
  2. Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit atau infeksi bakteri dan virus, alat bekam haruslah steril, baik sarung tangan, jarum dan cup-nya;
  3. Tidak semua penyakit bisa dilakukan bekam. Seperti penyakit yang kekurangan darah (gagal ginjal, kanker, anemia dll). Penderita tidak boleh dibekam karena menyebabkan pasien semakin turun kadar hemoglobinnya.


Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: alatbekam.net, klikdokter.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :