Cara Bekam yang Benar (Bekam Kering)

Cara bekam yang benar harus mengikuti semua aturan yang ada. Tidak semua orang dapat dibekam dan tidak semua bagian titik tubuh dapat dilakukan pembekaman. Hanya daerah tertentu pada tubuh yang dapat dilakukan pembekaman. Umumnya pembekaman dilakukan pada bagian belakang punggung. Cara bekam yang benar bergantung dari jenis bekam yang dilakukan. Penetapan jenis bekam yang dilakukan pada pasien harus berdasarkan kondisi pasien dan pada umumnya jenis pembekaman yang sering dilakukan ialah bekam kering.



cara bekam yang benar
Alat Bekam KangZhu

Cara Bekam yang Benar (Bekam Kering)

Cara bekam yang benar, khususnya bekam kering lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan bekam basah. Selain itu, risiko terhadap komplikasi yang mungkin terjadi dari bekam kering lebih kecil dibandingkan dengan bekam basah. Bekam kering dilakukan tanpa mengeluarkan darah kotor pada titik bekam, sedangkan bekam basah dilakukan dengan mengeluarkan darah kotor pada titik atau daerah yang dilakukan bekam basah. Pada umumnya cara bekam yang benar hampir sama pada teknik bekam kering dan basah.

Sebelum melakukan pembekaman, area yang menjadi titik bekam atau area tubuh yang akan dibekam dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan cairan antiseptik. Selanjutnya area yang akan dibekam dipijat dengan menggunakan minyak zaitun atau minyak habbatussauda. Pemijatan dilakukan selama 2 sampai dengan 3 menit sampai area pembekaman terasa lemas dan tidak kaku.

Langkah pertama bekam kering yaitu dengan menempelkan kop pada area yang akan dibekam dan menarik kop tersebut sebanyak 3 sampai 5 kali tarikan. Pastikan kop telah melekat erat pada area yang dilakukan pembekaman. Biarkan kop tersebut menempel pada kulit atau area yang dibekam selama 15 sampai dengan 20 menit. Pada bekam kering, pembekaman hanya dilakukan satu kali untuk setiap titik bekam atau area pembekaman. Setelah 15 sampai dengan 20 menit, lepaskan kop angin lalu pijat area pembekaman tersebut dengan minyak zaitun atau habbatussauda selama 2 sampai 3 menit untuk mengurangi lebam yang terjadi.

Bekam kering sangat berkhasiat untuk mengeluarkan angin dalam tubuh, memperlancar sirkulasi darah, rileksasi otot-otot yang tegang dan sebagainya. Bekas lebam pada area pembekaman akan menghilang pada keesokan harinya. Perlu diingat untuk tidak langsung mandi dengan menggunakan air dingin setelah dibekam. Anda dapat mandi setelah 3 sampai dengan 4 jam sejak pembekaman dan sebaiknya Anda mandi dengan menggunakan air hangat.

Selain bekam kering ada pula jenis bekam lainnya, yaitu bekam basah. Cara melakukan bekam basah diawali dengan membersihkan area yang akan dilakukan pembekaman dengan menggunakan cairan antiseptik, kemudian pijat secara perlahan bagian area pembekaman dengan menggunakan minyak zaitun atau minyak habbatussauda. Lakukan pemijatan selama 2 sampai dengan 3 menit atau sampai terasa area tersebut lentur. Setelah itu, pasang kop angin pada area tubuh yang akan dibekam. Lakukan pembekaman selama 2 sampai dengan 3 menit. Kemudian lepaskan kop angin lalu sayat area pembekaman tersebut dengan menggunakan lancet atau pisau bedah. Buat sayatan-sayatan kecil pada area pembekaman. Selanjutnya, lakukan pembekaman kembali. Lakukan pembekaman 3 sampai dengan 5 kali. Apabila darah kotor dari area pembekaman tersebut keluar, buang darah kotor tersebut dengan cara menampungnya pada cawan atau pada tempat sampah khusus untuk membuang darah kotor.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: evialfadhl.wordpress.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :