Alat Bekam Kangzhu (Cara Pemakaian)

Alat bekam Kangzhu merupakan salah satu merek alat bekam yang berasal dari negara Cina. Negara Cina terkenal akan pengobatan alternatifnya sehingga tak jarang orang Cina mengembangkan budaya tersebut di negara kita. Alat bekam Kangzhu banyak digunakan di Indonesia oleh para praktisi bekam, bahkan kini dokter pun mulai mengikuti pelatihan bekam  dan buka praktik bekam di klinik dokter sehingga beberapa dokter menggabungkan pengobatan medis dengan pengobatan alternatif.



Alat bekam kangzhu
Alat Bekam KangZhu


Alat bekam Kangzhu banyak digunakan terutama oleh orang dewasa. Terkadang anak-anak pun menggunakan alat bekam Kangzhu untuk terapi. Para profesional bekam menggunakan alat bekam ini untuk terapi pembekaman terhadap berbagai penyakit. Teknik pembekaman yang dilakukan pun disesuaikan dengan kondisi pasien yang melakukan terapi bekam.

Pembekaman dengan Alat Bekam Kangzhu

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, alat bekam Kangzhu merupakan alat bekam yang banyak digunakan untuk melakukan terapi bekam. Pada dasarnya alat bekam ini dapat melakukan pembekaman dengan beberapa teknik bekam. Teknik bekam yang sering digunakan ialah bekam kering dan bekam basah.

Apabila teknik pembekaman yang dilakukan bekam kering, sebelum melakukan bekam kering kita harus tentukan terlebih dahulu daerah atau titik bekam yang akan dilakukan pembekaman. Kemudian pijat area atau titik bekam dengan menggunakan minyak zaitun atau minyak habbattussauda selama 2 sampai dengan 3 menit. Setelah itu, pasang kop angin pada titik bekam tersebut lalu tarik pemompa sebanyak 3 sampai 5 kali sampai kop angin tersebut menempel rapat pada kulit. Biarkan kop angin menempel pada kulit selama 15 sampai dengan 20 menit. Setelah itu lepaskan kop angin dan lakukan pijatan ringan dengan menggunakan minyak zaitun atau minyak habbatussauda pada titik bekam tersebut. Bekam kering ini dilakukan hanya satu kali pada satu titik.

Selanjutnya apabila teknik pembekaman yang dilakukan ialah bekam basah, selain menyiapkan alat bekam, siapkan juga jarum lancet atau pisau bedah. Jarum lancet atau pisau bedah ini digunakan untuk mengeluarkan darah kotor. Tekniknya hampir sama seperti melakukan bekam kering. Sebelum melakukan bekam basah, area atau titik bekam dipijat dengan menggunakan minak zaitun atau minyak habbattussauda selama 2 sampai dengan 3 menit. Setelah itu pasangkan kop angin pada titik bekam tersebut. Biarkan kop tersebut bekerja selama 2 sampai dengan 3 menit. Barulah lepaskan kop dan buat sayatan kecil pada titik bekam tersebut. Kemudian pasang kop angin kembali lalu sedot darah kotor dari titik bekam tersebut. Usahakan penyedotan darah kotor kurang dari 7 kali. Darah kotor tersebut ditampung ke dalam cawan atau wadah khusus tempat darah kotor untuk di buang.

Setelah melakukan pembekaman, tunda waktu untuk mandi selama 3 sampai dengan 4 jam. Setelah 3 sampai dengan 4 jam dari pembekaman barulah Anda dapat mandi dengan menggunakan air hangat. Air hangat ini dapat membuat otot-otot di tubuh menjadi semakin lebih rileks. Apabila otot-otot tubuh rileks maka dapat membuat tubuh semakin bugar. Pasien terapi tidak dianjurkan mandi dengan menggunakan air dingin karena mandi dengan air dingin setelah dibekam dapat membuat otot-otot menjadi tegang kembali.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: prima-alkes.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :